Betta Contest Intechnoculture 3.0

 

Ada keseruan yang tidak biasa di Gor Bale Santika Unpad Jatinangor hari Minggu, 14 Oktober 2018. Pasalnya, ratusan akuarium kecil berisi ikan-ikan cupang berjajar rapi di rak yang terletak di tengah lapangan basket. Bukan tanpa alasan ratusan akuarium kecil itu dijajarkan dengan rapi. Memang pada saat itu sedang diselenggarakan Betta Contest atau lomba ikan hias cupang skala nasional oleh Karamba (Komunitas Mahasiswa Budidaya), sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran.

Betta contest ini merupakan acara puncak dari rangaian Intechnoculture. tahun 2018 ini merupakan tahun ke-3 diadakannya Intechnoculture dengan 3 agenda acara yaitu seminar nasional bertajuk “The Art of Aquaculture through Revolution of Technology”, lomba mewarnai untuk tingkat sekolah dasar dan taman kanak-kanak, serta Betta Contest. Dalam menyelenggarakan acara ini, Karamba bekerja sama dengan Parahyangan Betta Community (PBC) serta pihak Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Menurut ketua Karamba 2018, Habibi yang diwawancarai oleh kru Radio Unpad, terdapat sekitar 370 ekor ikan yang mengikuti lomba. Peserta pun tidak hanya berasal dari daerah Jatinangor tapi juga dari luar kota. Karena yang dilombakan adalah Betta atau yang lebih dikenal dengan sebutan ikan cupang, maka penilaian yang diberikan pun berkisar pada keindahan ikan seperti bentuk sirip, pola atau corak ikan, serta cara berenangnya. Sementara untuk juri didatangkan dari berbagai daerah diantaranya Bandung, Semarang dan Jogjakarta. Terdapat 47 kategori lomba dengan hadiah total mencapai 34 juta rupiah. Pada Betta Contest tahun ini, juara umum diraih oleh De Kocik, komunitas penghobi ikan cupang dari Depok.

 

Laporan oleh : Caterina Sulistiyahati/SA

Related Post