Earth Day 2016, Langkah Solutif Pengurangan Pencemaran di Unpad

CgxQNK6VEAAgbyZCgxJZ-ZUkAAKeqaCgxNs3SU0AAFqUE

[Jatinangor, 24 April 2016] Berbicara mengenai lingkungan, civitas mungkin sudah sering melihat tindakan yang dilakukan manusia dalam penanggulangan akibat pencemaran di lingkungan. Pencemaran yang terjadi mulai dari pencemaran udara, air, tanah sampai pembuangan sampah sembarangan kini mulai mengotori lingkungan kampus Universitas Padjadjaran. Dalam rangka Hari Bumi sekaligus Perayaan HUT Jatinangor yang ke-16, BEM Kema Unpad bekerja sama dengan BEM Fakultas Teknologi Industri Pertanian, BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta HSE Unpad berinisiasi mengadakan acara bertajuk ‘Earth Day 2016”.

Earth Day 2016 ini merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan mulai dari tanggal 18 – 24 April 2016. Acara ini dimulai dengan Sayembara 1000 Tumbler dan diet kantong plastik serta penyebaran tong sampah di lingkungan kampus Unpad yang diselenggarakan mulai dari tanggal 18 – 22 april 2016. Sayembara ini berupa pembagian tumbler dan goodiebag gratis untuk mahasiswa Unpad dengan hanya menukarkan botol ataupun kantong plastik bekas. Acara sayembara ini digelar setiap harinya di gerbang lama Unpad Kampus Jatinangor.

Adapun rangkaian acara lainnya yaitu Seed Bombing atau penanaman benih yang dilaksanakan di Gunung Geulis, Jatinangor. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2016 oleh para panitia dan peserta yang menyebarkan ribuan benih di Gunung Geulis. Selain itu terdapat acara donor darah dan juga pentas musik karinding. Acara ini bertujuan untuk upaya penghijauan kembali atau reboisasi di daerah Gunung Geulis yang sudah mengalami penggundulan. Harapannya melalui program seed bombing ini dapat menginisiasi pertumbuhan bibit tanaman baru di Gunung Geulis sehingga dapat mengurangi efek penggundulan hutan.

Pada acara puncak yang dilaksanakan tanggal 24 april 2016, diadakan keliling sepeda sehat dan penanaman pohon serentak bersama bpk. Prof. Dr. med Tri hanggono Achmad dr. beserta jajaran staf rektorat Unpad. terlihat pula beberapa dekan fakultas mengikuti acara sepeda sehat ini. Acara sepeda sehat ini dimulai dari gerbang lama unpad hingga Saung Budaya Sunda dan kembali lagi menuju kampus unpad. selain itu, terdapat acara pemberian hibah beberapa unit sepeda sekaligus shelternya dari Bank Mandiri kepada Universitas Padjadjaran yang diterima secara langsung oleh Rektor Universitas Padjadjaran.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini, lewat hari bumi ini mahasiswa diharapkan dapat membangun kesadaran serta kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya melalui acara ini bukan hanya seremonial saja tapi juga menjadi kebiasaan sehat dari mahasiswa seperti mengurangi emisi dengan menggunakan sepeda, membuang sampah dan juga menjaga lingkungan baik itu lingkungan kampus maupun lingkungan Jatinangor dan sekitarnya” tutur Prof. Tri yang kami temui seusai keliling sepeda sehat. Berkaitan dengan pengelolaan adanya fasilitas sepeda ini akan diatur lebih lanjut oleh UPT Lingkungan dalam pengelolaan dan pengawasannya. Sehingga dapat secara berangsur mengurangi emisi gas buangan dan juga penggunaan layanan angkutan kampus lebih ditingkatkan.

Rektor Unpad Prof. Tri juga menuturkan bahwa harapan beliau dalam mengurangi adanya ojek liar di dalam kampus juga segera digulirkan, namun bukan berarti menghilangkan pekerjaan para tukang ojeg, melainkan mengonversikan tenaga kerja ojeg sehingga lebih resmi dan dapat terorganisasi dengan baik. Selain itu pula, dengan adanya isu pembangunan stasiun Rancaekek-Tanjungsari mulai dilaksanakan, Prof. Tri berharap Unpad dapat membangun monorail sendiri sehingga mahasiswa dan masyarakat unpad dapat terfasilitasi dengan baik dalam transportasi dan mengurangi adanya emisi gas buangan dari kendaraan.

Oleh : Yosan Ermawansyah.

Related Post