Earthrun Menjaga Lingkungan Lebih Baik

Minggu, 7 April 2019. Earthrun merupakan salah satu rangkaian dari acara Earthday 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Teknologi dan Kebumian angkatan 2018. Bumi, Langit, Laut, Jaga, Junjung Tinggi, Sampai Mati menjadi tagline dari acara Earthday 2019. Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Bumi Internasional yang menjadi agenda tahunan dari FITB.

Pukul 06.00 WIB di Forestwalk Babakan Siliwangi para peserta Earthrun sudah siap melakukan kampanye lingkungan, ini merupakan langkah awal yang kemudian dilanjutkan dengan melewati Simpang Dago lalu belok kearah selatan menyusuri jalanan Dago sampai pada titik akhir di Institut Teknologi Bandung. Earthrun bukan hanya sekedar event bertemakan olahraga, namun disertai dengan campaign peduli lingkungan dimana para peserta diwajibkan untuk mengambil sampah selama melewati rute dan dimasukan ke dalam trashbag yang telah disediakan oleh panitia. Diikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang berasal dari berbagai usia dan profesi. Para peserta yang mengikuti acara ini tidak hanya mendapatkan jersey, tumblr, string bag, marchandaise, dan konsumsi, namun juga mendapatkan medali. “Seneng sih acaranya keren, kita sambil bawa-bawa sampah tapi have fun.” Ujar Helmy salah satu peserta Earthrun 2019.

Acara dilanjutkan dengan workshop dengan topik pengolahan sampah yang dihadiri oleh dua narasumber yakni, Nautika yang merupakan salah satu UKM di ITB dan DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Kota Bandung. Terdapat dua sesi pada workshop, dimana pada sesi pertama diisi oleh Nautika yang memberikan materi tentang Ecobrik dan praktik bagaimana sampah plastik dapat dibuat menjadi batu bata. Selanjutnya pada sesi kedua diisi oleh Dedi Dermawan dan teman-teman sebagai perwakilan dari DLHK. Pembahasan workshop tersebut menjelaskan mengenai manfaat dari pengolahan sampah yang dapat menjadi “Moal” atau penangkal bau tidak sedap dan bahan pembangkit listik yang berbentuk cairan dan berbahan dasar limbah. Selain Moal, Pak Dedi juga memberikan materi tentang pembuatan pupuk organik yang terbuat dari sampah organik. Selain itu juga mempraktikkan bagaimana pengolahan dilakukan hingga menjadi suatu olahan berbahan dasar sampah dan limbah yang bermanfaat.

Puncak  dari Earthday 2019 akan ditutup dengan acara yang diselenggarakan pada sore hingga malam hari yang diisi dengan pameran foto, screening Pre-Event, dan  penampilan hiburan. “kita berharap dengan diadakannya acara dan kampanye ini, masyarakat sadar akan kebersihan dan mau peduli untuk menjaga bumi demi anak cucu kita.” Ungkap Avissa Putri sebagai ketua pelaksana.

 

Laporan oleh: Putri Desyana Rachmawati/SA

Related Post