FKM UI dan Upaya Menanggulangi Ancaman PTM

Himpunan mahasiswa Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, telah menyelesaikan rangkaian Epidemiologist in Action (Epidemic) 2017 dengan sebuah seminar nasional sebagai acara penutup. Seminar tersebut digelar pada Sabtu, 21 Oktober 2017 lalu di aula Gedung A FKM UI. Seminar yang berlangsung dari pukul 08.00 – 16.00 itu menghadirkan pembicara-pembicara yang ciamik di bidang kesehatan masyarakat. Seminar tahun ini bertajuk ‘Raise Your Insight, Beat The Triple Burden of Disease in Sustainable Development Goals Era’ yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman triple burden of diseases dan mengajak untuk bersama-sama memeranginya.

Seminar dibagi kedalam 3 sesi. Sesi pertama mengajak hadirin untuk mengenal apa itu triple burden of diseases, urgensi, dan upaya pencegahan di era tujuan pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI Bapak Indra Jaya dan Asisten Deputi Penelitian JKN BPJS, Bapak Citra Jaya. Adapun yang dimaksud dengan triple burden of diseases adalah tiga penyakit yang membebani anggaran kesehatan negara, yaitu penyakit infeksi, penyakit tidak menular atau biasa disingkat PTM, dan penyakit yang seharusnya sudah teratasi, namun kembali menjadi masalah karena penanganan yang tidak tuntas. Penyakit yang menjadi masalah kesehatan utama saat ini adalah PTM. Data menunjukkan bahwa 4 penyakit tidak menular paling mematikan di Indonesia adalah stroke, kanker, diabetes dan penyakit jantung. Kasus kematian akibat penyakit-penyakit tersebut terus meningkat tiap tahun dikarenakan gaya hidup masyarakat yang tidak sehat. Terdapat beberapa cara untuk mencegah PTM, yaitu dengan perbanyak makan buah dan sayur, perbanyak aktifitas fisik, dan gerarakan masyarakat sehat (Germas).

Sesi kedua dilanjutkan dengan pembicara drg.Vensya Sitohang, M.Epid sebagai Direktur Pencegahan Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI dan dr.Tri Yunis Miko Wahyono selaku kepala Departemen Epidemiologi FKM UI. Sesi kedua berfokus pada berbagai penyakit menular dan perkembangannya dari tahun ke tahun. Dari presentasu yang ditampilkan oleh dr.Vensya terlihat peta Indonesia dan wilayah dengan penyakit menular yang ada di wilayah tersebut. Penyakit menular berbahaya seperti malaria masih menghuni bagian timur Indonesia seperti Papua, Papua Barat, Mauluku, Maluku Utara dan NTT. Walau begitu, hampir seluruh wilayah Indonesia tidak terlepas dari penyakit menular, baik yang endemik maupun bawaan.

Sesi terakhir membicarakan gaya hidup tidak sehat sebagai faktor resiko munculnya PTM. Adapun pembicara pada sesi terakhir ini adalah dr.Sylviana Andinisari, M.Sc dari Kementerian Kesehatan RI dan Nisa Sri Wahyuni sebagai alumni FKM UI. Pembahasan mengenai gaya hidup, lebih banyak dilakukan melalui pendekatan anak muda, dimana tidak sedikit anak muda pada rentang usia 20-30 tahun yang ternyata banyak menjadi penderita PTM. Hal tersebut dipicu tidak lain adalah karena gaya hidup yang tidak sehat. Sebagai contoh, mudahnya teknologi transportasi menjadikan banyak orang tidak terkecuali anak muda, malas berjalan kaki dan menjadikan kurangnya aktifitas fisik aktif. Kurangnya aktifitas fisik menjadikan lemak di tubuh tertimbun dan meningkatkan resiko obesitas. Padahal, obesitas dapat diibaratkan sebagai gerbang masuk bagi PTM lain, seperti jantung koroner, stroke, dan juga diabetes. Dikatakan oleh dr.Sylvi, bahwa ketika seseorang telah terkena PTM maka tidak akan ada jalan keluar, mengingat bahwa PTM membutuhkan pengobatan seumur hidup, maka yang bisa dilakukan oleh penderita PTM adalah mengontrol penyakit tersebut. Oleh karena itu, kesadaran akan PTM sejak dini, sangat penting untuk pencegahan dan pengurangan resiko PTM di kemudian hari.

 

oleh Caterina Sulistiyahati

Related Post