Mengenang 25 Tahun Nike Ardilla, 3 Lagunya Ini Menyayat Hati Banget

Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau lebih dikenal dengan Nike Ardilla merupakan dara kelahiran Bandung, 27 Desember 1975. Anak dari pasangan Raden Edi Kusnadi dan Nining Ningsihrat merupakan seorang diva kebanggaan Indonesia. (sumber: wikipedia)

Prestasi Nike didunia musik sudah tidak diragukan lagi baik dalam maupun luar negeri. Beliau pernah mendapatkan penghargaan internasional sebagai Best Indonesian Selling Album in Malaysia Anugerah Musik tahun 1994 dan Gold Prize Asian Song Festival tahun 1991. (sumber: wikipedia)

Namun, sangat disayangkan ketika nama Nike Ardilla begitu melambung tinggi dan dikenal serta dicintai masyarakat Indonesia, Nike harus menghembuskan nafas terakhirnya dengan usia yang masih sangat muda, yaitu 19 tahun. Nike wafat pada 19 Maret 1995 pukul 06.15 WIB karena kecelakaan yang menimpa dirinya.

Meskipun beliau sudah tiada, namun karyanya masih sangat di ingat oleh masyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya penyanyi pendatang baru yang sering membawakan lagu Nike Ardilla di atas panggung.

Album Nike Ardilla (sumber: CNN Indonesia)

Berikut adalah tiga lagu paling di ingat dari Nike Ardilla

  1. Seberkas Sinar

Lagu ciptaan Deddy Dores ini dirilis tahun 1988 dan masih sangat populer hingga saat ini. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang mempunyai masalah dengan perasaannya sendiri, dia bertanya tentang apa tujuan hidup ini dan apakah ada sebuah kasih tulus yang suci dalam sebuah cinta.

  • Bintang Kehidupan

Lagu ini merupakan bagian dari album Nike Ardilla dengan judul yang sama dan dirilis tahun 1989, lagu ini juga yang mengantarkan Nike Ardilla mendapatkan penghargaan BASF Awards tahun 1990 dalam kategori The Best Selling Rock Album. Isi lagu ini juga cukup kontekstual dengan apa yang dirasakan Nike Ardilla ketika berada di puncak kesuksesannya.

  • Panggung Sandiwara

Makna dari lagu ini adalah jalan hidup manusia harus berperan sesuai dengan nasib dan ajaran yang dianutnya. Selain itu, isi lagu ini juga diartikan sebagai sinonim antara kehidupan manusia dan panggung sandiwara, serta Tuhan-lah yang berperan sebagai sutradaranya.

Itulah ketiga lagu paling di ingat dari seorang Nike Ardilla. Walaupun raganya sudah tidak dibumi lagi namun karyanya tetap akan melekat dihati. Semoga tenang disisi-Nya, terima kasih sudah memberikan warna yang indah dalam dunia musik Indonesia.

Penulis: Puan Fawwaza Alhasany/SA

Related Post

Audisi #RUnnersAudisi #RUnners

      Selamat kepada para RUnners yang lolos tahap Administrasi Open Recruitment Radio Unpad Untuk tahap selanjutnya, Audisi akan diadakan pada tanggal 14-15 Mei 2016 (sesuai dengan jadwal dibawah)