One Last Dinosaur: Harmoni Band Indie Pop Jatinangor

One Last Dinasour—Band Jatinangor yang perlahan mencuri perhatian. Dibentuk secara resmi pada tahun 2023, band ini memiliki identitas yang kuat dengan musik melodius yang dipadukan dengan lirik-lirik personal. Proyek ini sebenarnya dimulai dari eksplorasi single solo Tolong Gusti I’m Frustasi (TGIF) tahun 2021 oleh Fadil sebelum akhirnya berkembang menjadi band penuh dengan visi yang lebih besar.

Sebagai band yang berasal dari Jatinangor, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat kreativitas mahasiswa, One Last Dinosaur membawa semangat dan kehangatan khas komunitasnya ke dalam musik mereka. Sejak awal, mereka menetapkan indie pop sebagai jalur utama mereka. Genre ini dipilih karena dapat mengekspresikan emosi secara ringan namun tetap memiliki kedalaman. Musik mereka dikenal dengan nada-nada hangat yang intim dan sering kali membawa suasana nostalgia.

Sumber: instagram.com/one.last.dinosaur

Proses kreatif dalam menulis lagu di band ini sangatlah menarik. Tricia, penulis lirik utama mereka, menjelaskan bahwa inspirasi sering muncul secara spontan. Ia sering mendapatkan ide saat menonton film, membaca buku, atau hanya ketika suasana hatinya mendukung. Lirik-lirik yang ditulisnya banyak terinspirasi dari pengalaman pribadi para anggota band, menciptakan lagu-lagu yang relatable dan sarat makna. Hingga saat ini, One Last Dinosaur telah merilis beberapa lagu yang masing-masing memiliki cerita unik di baliknya.

Salah satu lagu yang paling dikenal adalah “Aurelia”, dirilis pada tahun 2023. Lagu ini memiliki cerita yang cukup mendalam, terinspirasi dari pengalaman pribadi salah satu anggota band. Kisah di balik “Aurelia” berpusat pada seseorang yang mengalami perasaan terghosting dan gagal dalam sebuah hubungan. Meski hubungan itu telah berakhir, nama perempuan tersebut terus terngiang-ngiang di kepala, menciptakan rasa kehilangan dan penyesalan yang sulit dilupakan. Dengan melodi yang lembut dan atmosfer melankolis, “Aurelia” mengemas emosi yang kompleks dalam cara yang sangat relatable bagi pendengar. Liriknya yang puitis dan jujur menggambarkan bagaimana kenangan dan perasaan kehilangan tetap membekas meski waktu terus berjalan.

Selain menciptakan karya yang berkualitas, One Last Dinosaur juga telah membuktikan eksistensinya melalui panggung-panggung besar. Sepanjang tahun 2024, mereka tampil di berbagai acara penting yang semakin memperkuat posisi mereka di dunia musik indie pop. Penampilan mereka di Layanan Berhenti Ngegigs (LBN) 2024, Agriday 2024 yang diselenggarakan oleh Agribisnis Unpad, Seniora Festival Fisip Unpad 2024 dan yang baru-baru ini terlaksana ialah Big Force Festival 2024 berhasil memikat para penonton dengan setlist yang penuh energi. Pengalaman manggung ini tidak hanya memperluas jangkauan mereka, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik mereka dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Sebagai band asal Jatinangor, One Last Dinosaur membawa ciri khas lokal yang berpadu dengan kehangatan musik mereka. Hingga saat ini, band One Last Dinosaur ini telah merilis 4 lagu yaitu Aurelia, Tolong Gusti I’m Frustasi, Untitled, dan  Porchlight dimana masing-masingnya memiliki cerita mendalam. Dengan kehadiran mereka, One Last Dinosaur memberikan warna baru bagi skena indie pop, menjanjikan masa depan yang cerah dengan karya-karya yang semakin matang.

Penulis: Florence Christabella

Penyunting: Rafi Zaidan

Related Post