Radio Unpad Agenda,Entertainment,Feature Mengarungi Keindahan Budaya dan Meraih Impian di Bumi Nusantara dengan Program Student Exchange di Indonesia

Mengarungi Keindahan Budaya dan Meraih Impian di Bumi Nusantara dengan Program Student Exchange di Indonesia

Mengarungi Keindahan Budaya dan Meraih Impian di Bumi Nusantara dengan Program Student Exchange di Indonesia post thumbnail image

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan pesona. Membentang luas dari ujung barat hingga ujung timur yang setiap jengkal tanahnya terdapat cerita yang memikat, seni yang memukau, tarian yang menggoda, dan tradisi yang mendalam. Dari tingginya puncak gunung hingga dalamnya lautan biru seakan memberi warna kehidupan dan memperkaya jiwa yang mengelilinginya dengan pesona tak terlukiskan. Kekayaan dan pesona budaya yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik bagi pelajar internasional yang ingin menimba ilmu dengan pengalaman menyenangkan di lingkungan yang kaya akan keberagaman mulai dari tradisi, kepercayaan, kuliner, sastra dan budayanya serta berbagai ragam keindahan lainnya. 

Di tengah hiruk pikuk globalisasi yang seakan mengikis budaya, minat akan budaya Indonesia semakin merayap ke hati banyak pelajar Internasional, salah satunya yaitu He Yingjia atau akrab disapa Felicia, pelajar asal Tiongkok yang terpesona akan kekayaan sastra dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Felicia memutuskan untuk menghabiskan sisa tahun terakhirnya di perguruan tinggi untuk mengikuti program kegiatan pertukaran pelajar ke Universitas Padjadjaran. Perpindahan Felicia ke Universitas Padjadjaran bukan hanya dimotivasi untuk mengejar gelar akademik saja, tetapi juga untuk mendalami kekayaan dan menikmati keindahan ragam budaya Indonesia. 

Felicia memulai perjalanannya untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Padjadjaran karena tertarik dengan budaya Indonesia khususnya sastra Indonesia melalui novel dan buku-buku sastra Indonesia. Sebelumnya, Felicia sudah menempuh pendidikan di Xiangsihu College of Guangxi MINZU, China University dengan mengambil program studi Sastra Indonesia. Mempelajari Sastra Indonesia di kampus asalnya tersebut membuka mata dan hatinya untuk mengeksplorasi lebih jauh akan kekayaan budaya di negeri ini. 

Sesampainya di Indonesia, Felicia seakan dibuat jatuh cinta bukan hanya terhadap kekayaan budayanya saja, tetapi juga dengan lingkungannya yang sangat nyaman, orang-orang sekeliling yang ramah, serta iklim Indonesia yang tropis. Hal-hal tersebut membuat Felicia nyaman untuk menikmati keindahan Indonesia. Tidak hanya itu, Felicia juga terpikat dengan keunikan kuliner Indonesia yang rasanya kaya akan rempah-rempah khas Indonesia. Selama menetap di Indonesia kurang lebih enam bulan, Felicia telah merasakan berbagai perbedaan budaya yang menarik terutama dalam hal cara orang Indonesia makan menggunakan tangan dan budaya santai serta mengaret yang kental di Indonesia. Sebagai seorang pelajar yang berasal dari Tiongkok, Felicia sudah terbiasa dengan ritme budaya yang lebih disiplin dan terstruktur serta tepat waktu. 

Meskipun Felicia merasa terpesona dan dibuat jatuh cinta oleh kekayaan budaya Indonesia, Felicia juga beberapa merasa kesulitan dalam mempelajari budaya Indonesia. Salah satu tantangan utamanya yaitu bahasa. Meskipun Felicia telah mempelajari Bahasa Indonesia sebelumnya, Felicia menyadari bahwa bahasa sehari-hari yang digunakan oleh orang-orang sekelilingnya berbeda dengan bahasa formal yang Felicia pelajari di kelas. Namun, Felicia tidak menjadikan hal tersebut sebagai hambatan, Felicia selalu berusaha untuk mengobservasi cara orang-orang sekelilingnya berbicara sehari-hari dan selalu mempraktikkannya. 

Seperti kebanyakan pelajar internasional lainnya, Felicia juga mengalami rasa homesick. Terpisah dari keluarga dan teman-temannya di Tiongkok membuatnya begitu merindukan kehangatan rumah dan kenyamanan lingkungannya di Tiongkok. Tantangan akademik juga menjadi bagian dari perjalanan Felicia selama menjalani studi di Universitas Padjadjaran. Namun, Felicia tidak membiarkan rasa homesick dan berbagai tantangan akademik menjadi penghalang dalam langkahnya. Felicia selalu berusaha untuk berkomunikasi intens dengan keluarga dan teman-temannya melalui sambungan telepon atau media sosial untun mengobati rasa homesick serta menggunakan teknik manajemen waktu dan belajar yang efektif untuk mengatasi tantangan akademiknya. 

Menurut Felicia, studi pertukaran pelajar di Universitas Padjadjaran bukan sekadar perjalanan akademik biasa, tetapi merupakan petualangan hidup berharga yang memberikannya beragam manfaat tak ternilai. Setiap momen yang ia lewati di Indonesia merupakan peluang baginya untuk terus bertumbuh dan berkembang, mulai dari pengembangan keterampilan antarbudaya negara hingga beragam kenangan yang seakan menjadi mimpi indah yang selalu terkenang dalam hidupnya.

Penulis: Nura Lagoslatera Niansyah

Editor: Izzuddin Hamid

Related Post