Di balik persiapan R U Up? 2026, terdapat tiga mahasiswa yang berperan penting dalam jalannya acara. Mereka adalah Ringga Jasmine selaku Project Officer (PO), Keishandria Damayanti br Tobing sebagai Vice Project Officer 1 (VPO 1), dan Icha Vebyola Galingging sebagai Vice Project Officer 2 (VPO 2). Ketiganya menjadi bagian dari mahasiswa yang mempersiapkan R U Up? 2026 yaitu kegiatan perlombaan, seminar, dan pameran di bidang broadcasting.
R U Up? 2026 hadir sebagai wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas di dunia broadcasting. Tidak hanya menghadirkan kompetisi, acara ini juga membawa pesan mengenai relevansi radio di era digital saat ini.
Awal Perjalanan Menjadi PO dan VPO R U Up? 2026
Menjadi bagian dari kepanitiaan inti R U Up? 2026 bukan hal yang direncanakan sejak awal oleh ketiganya. Ringga Jasmine yang akrab dipanggil Jasmine, merupakan mahasiswa Administrasi Keuangan Publik Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad), mengaku tertarik karena melihat acara tersebut sebagai kegiatan yang seru sekaligus memberikan banyak pengalaman baru.
“Awalnya aku tertarik karena acaranya keliatan seru banget dan insightful. Apalagi lombanya broadcasting, jadi bisa diikuti mahasiswa maupun siswa,” ujarnya.
Jasmine juga mengaku tidak menyangka ketika akhirnya dipercaya menjadi PO di salah satu acara besar Radio Unpad.
“Jujur aku nggak nyangka karena ini mega project Radio Unpad. Rasanya nggak percaya bisa dipercaya jadi PO,” tambahnya.
Sementara itu, Keishandria Damayanti br Tobing, mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unpad, Ia dipercaya untuk mengemban peran sebagai VPO 1 yang bertanggungjawab untuk kompetisi, seminar, dan pameran agar berlangsung dengan lancar.
Membawa Relevansi Radio Lewat R U Up? 2026
Melalui R U Up? 2026, Radio Unpad mengangkat tema mengenai relevansi radio di era digital. Menurut Keishandria, tema tersebut muncul dari keresahan melihat semakin sedikit orang yang mendengarkan radio di tengah perkembangan media sosial.
Ia menjelaskan bahwa radio masih memiliki peran penting sebagai media penyampai informasi yang terpercaya. Menurutnya, radio tetap mampu menghadirkan informasi yang telah terkurasi dengan baik di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.
“Radio itu masih relevan kok di era sekarang. Kita mau nunjukin kalau radio tetap bisa jadi media informasi yang terpercaya,” jelas Keishandria.
Selain itu, Icha juga mengatakan bahwa acara ini hadir untuk mengingatkan kembali bahwa radio masih memiliki tempat di tengah maraknya penyebaran informasi dan berita hoaks di media digital.
“Lewat R U Up? 2026, kita pengin pelajar dan mahasiswa bisa melihat kalau radio masih punya peran penting dan tetap bisa berkembang mengikuti zaman,” ujarnya.
Menurut Jasmine, tema yang mereka usung menjadi salah satu daya tarik utama kompetisi broadcasting tahun ini. Ia menilai isu mengenai relevansi radio menjadi hal yang dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
“Tema tahun ini seru banget karena mengangkat isu apakah radio masih relevan di zaman sekarang,” katanya.
Tantangan Persiapan Kompetisi Broadcasting
Di balik persiapan acara yang terlihat berjalan lancar, ketiganya mengaku menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan berlangsung. Jasmine menyebut tantangan terbesar baginya adalah membagi waktu antara akademik, organisasi, dan tanggung jawab sebagai PO.
“Sebagai mahasiswa aktif tentunya punya kewajiban akademik dan organisasi juga. Jadi tantangan terbesar itu ngatur waktu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengaku banyak belajar mengenai pengambilan keputusan selama mempersiapkan acara.
“Selama jadi PO, skill yang paling kerasa berkembang itu mikir kerasnya karena harus nentuin keputusan dan langkah selanjutnya,” tambahnya sambil tertawa.
Sementara itu, Keishandria menjelaskan bahwa persiapan acara membutuhkan perhatian yang sangat detail. Menurutnya, panitia harus mempertimbangkan seluruh kemungkinan sejak awal agar acara dapat berjalan lancar.
“Kita harus benar-benar siapin semuanya dari awal sampai punya plan A sampai plan D,” jelasnya.
Di sisi lain, Icha mengaku banyak belajar mengenai komunikasi dan negosiasi selama menjadi VPO eksternal. Ia harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari media partner, sponsor, juri, hingga narasumber.
“Skill yang paling kerasa berkembang itu komunikasi dan negosiasi karena harus berhubungan dengan banyak pihak yang berbeda,” ungkapnya.
Selain mempersiapkan konsep acara, promosi juga menjadi bagian penting dalam persiapan kompetisi broadcasting tersebut. Panitia melakukan berbagai upaya agar informasi mengenai acara dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa.
Panitia mengoptimalkan visual promosi, menjalin kerja sama dengan media partner, serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi kampus dan radio untuk memperluas jangkauan acara.
Wajah di Balik R U Up? 2026
Kesuksesan R U Up? 2026 juga tidak terlepas dari kontribusi seluruh staf Radio Unpad yang turut mendukung jalannya acara. Melalui kerja sama dan koordinasi yang kuat, seluruh panitia berupaya menghadirkan kompetisi broadcasting sebagai ruang kreativitas bagi pelajar dan mahasiswa di era digital.
Di balik proses persiapan yang panjang, terdapat semangat dari para mahasiswa yang ingin membawa kembali relevansi radio kepada generasi muda. Tidak hanya mempersiapkan sebuah kompetisi, PO dan VPO R U Up? 2026 juga berusaha menghadirkan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk berani mencoba, berkembang, dan menyampaikan suara mereka melalui dunia broadcasting.
Bagi Jasmine, Keishandria, dan Icha, R U Up? 2026 bukan sekadar acara tahunan Radio Unpad. Lebih dari itu, acara ini membantu mereka mengembangkan kemampuan bekerja sama, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan berlangsung.*
Penulis: Arifin Saeful Ramdhan
Dokumentasi: Radio Unpad
Penyunting: SA

