Hari Kesehatan Mental Sedunia

Hari Kesehatan Mental Sedunia post thumbnail image

Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022

Halo, Sivitas! Tahu gak, sih? Hari Kesehatan Mental sedunia selalu diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Pada tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia dengan mengangkat tema ‘Make Mental Health for All a Global Priority’. Tema ini diangkat karena stigma negatif dan diskriminasi terus dialami oleh penderita kesehatan mental yang menyebabkan mereka sulit mendapatkan perawatan yang semestinya. Melalui kampanye ini, semua orang diharapkan mampu mendapatkan akses perawatan kesehatan mental sesuai dengan yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia

Dilansir dari detik.com yang mengutip dari laman National Today, Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali dimulai di tahun 1992 dan dirayakan pertama kali pada tahun 1994. Hari besar ini tercetus melalui Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health) yang saat ini diketuai oleh wakil sekretaris jenderal, Richard Hunter.

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan mental secara general. Pesan kepada masyarakat tentang kesehatan mental ini disampaikan melalui saluran televisi di seluruh dunia. Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia yang pertama kali diperingati pada tahun 1994 adalah ‘Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia’. Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia ini terus diperbaharui dan mengikuti perkembangan zaman yang ada.

Permasalahan Kesehatan Mental Masa Kini

Saat ini, kesehatan mental masih menjadi permasalahan krusial yang belum bisa terselesaikan. Pandemi Covid-19 yang terjadi kemarin memberikan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mental masyarakat. Berdasarkan catatan WHO, hampir satu miliar orang di seluruh dunia mengalami berbagai bentuk masalah kesehatan mental.

Menurut data WHO lainnya yang dikutip situs Next National Day, setiap 40 detik terdapat orang yang meninggal karena bunuh diri dan terjadi 20 kali percobaan bunuh diri. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang di dunia yang mengalami permasalahan kesehatan mental. Penyebab utama yang menyebabkan orang mengalami masalah kesehatan mental adalah depresi yang telah menyerang sekitar 264 juta orang di seluruh dunia. Depresi ini disebabkan oleh faktor dari dalam diri sendiri, lingkungan, dan tekanan dari orang lain yang dapat menyebabkan kasus bunuh diri.

Selain depresi, masalah kesehatan mental lainnya yang sering terjadi pada sebagian besar orang di berbagai penjuru dunia adalah gangguan kecemasan. Di tahun 2020, diperkirakan gangguan kecemasan meningkat secara signifikan menjadi 26 persen, dan depresi sebanyak 28 persen akibat pandemi Covid-19. Sementara di tahun 2019, sebanyak 970 juta orang di seluruh dunia dilaporkan mengalami gangguan mental dan yang paling umum dialami adalah gangguan kecemasan dan depresi.

Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental

Nah, cara mengatasi gangguan kesehatan mental ini dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Pertama, cobalah katakan hal-hal yang positif pada diri sendiri karena kata-kata positif dapat membuat kita lebih optimis untuk menjalani hidup. Selanjutnya, sivitas dapat melakukan hobi atau aktivitas yang sivitas suka untuk menjernihkan pikiran, seperti melukis, bernyanyi, olahraga, memasak, berkebun dan sebagainya. Sivitas juga bisa meningkatkan mood dengan makan makanan favorit, loh!

Selain itu, sivitas juga dapat mencoba untuk berbicara dan berkeluh kesah kepada orang yang dipercaya atau berkonsultasi pada ahli. Selain diri sendiri, terkadang kita memerlukan orang lain untuk membantu kita mengatasi permasalahan mental yang sedang dialami. Dengan berkeluh kesah kepada orang lain, beban yang kita tanggung akan terasa lebih ringan. Maka dari itu, kita juga harus selalu ada untuk mendengarkan orang lain yang ingin berkeluh kesah pada kita.

Mulai sekarang dan seterusnya, ayo kita perhatikan perasaan diri sendiri dan orang lain. Mari saling memahami bahwa tidak apa-apa untuk merasakan tidak baik-baik saja. Percayalah, meskipun kita sering sekali merasa kesepian, hampa, dan tidak berguna, pasti ada setidaknya satu orang diluar sana yang sedang memikirkan kita.

Jika merasa lelah dengan semuanya, yuk tarik nafas dan istirahat sejenak. Tidak apa-apa jika kita berhenti dulu, tapi yakinlah esok semuanya akan kembali baik-baik saja. Janji ya, mulai sekarang ayo hargai dan sayangi diri sendiri juga orang lain. Jangan sampai kita kehilangan diri sendiri karena kehilangan yang paling menyakitkan adalah kehilangan diri sendiri. Mungkin sulit, ya? Tapi ayo kita coba sedikit demi sedikit agar suatu saat dunia ini bisa menjadi dunia yang aman dan nyaman untuk ditempati semua orang. Ayo kita saling menyayangi dan menghargai perasaan satu sama lain karena sebenarnya, perasaan semua orang di dunia itu berharga begitu juga dengan keberadaan mereka di dunia ini.

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia, Sivitas!

Penulis: Aykaputri Amalia

Editor: Izzuddin Hamid

Related Post